Kisah Tokek Si Misikin dan Si Kayaya
Disuatu kampung nun jauh disana , hiduplah dua orang yang selalu berselisih, Si Misikin dan Si Kayaya setiap hari mereka selalu bertengkar meributkan hal hal yang bahkan sepele menjadi peributan yang membuat tetangga lainnya merasa terganggu, pertengkaran mereka tidak mengenal waktu,pagi siang ataupun malam selalu saja menganggangu warga yang lain
“ Hidup ini sangat menyenangkan, mau makan tinggal makan “ dengan suara yang lantang Si Kayaya Bermaksud menghina si Misikin
“Tidak harus susah susah menjadi kuli panggul di pasar “ lanjut sikayaya dengan nada menyindir
Mendengar perkataan Si Kayaya , Si misikin menjadi berang, timbul perasaan marah dalam hatinya,,
“Enakan juga jadi miskin, tidur bisa nyenyak ,ga pusing dengan harta yang takut dirampoklah , dimalinglah,, hahahaha “ teriak Si Misikin dengan lantangnya
Mereka berdua terus bertengkar memperebutkan hal hal yang sepele yang tidak berguna
Sudah sering para tetangga yang lain memperingatkan mereka untuk tidak saling ribut lagi,
Suatu ketika kesabaran warga yang lainnya sudah memuncak, mereka bermaksud mengusir Si Misikin dan Si Kayaya untuk meninggalkan kampung mereka, karena merasa terganggu dengan ulah Si Misikin dan Sikayaya,,dengan marah mereka membawa nya ke balai desa untuk di adili atau di belikan nasihat oleh tetua kampung
Tetua kampung yang memang sudah mengetahui duduk perkaranya merasa pusing dan mencari akal bagaimana caranya agar Si Misikin Dan Sikayaya tidak bertengkar lagi
Akhirnya Tetua Kampung mendapatkan ide agar Si Misikin dan Si Kayaya tidak berselisih terus,
“ Para warga sekalian , tolong carikan saya dua ekor Tokek yang besar dan suara nya nyaring “ Tetua kampung berkata
“ Untuk apa pak , kami mencari dua ekor Tokek “ kata seorang warga
“ Nanti kan saya beri tahu kalau tokek nya sudah dapat “ jelas tetua kampung
Warga pun kemudian mencari Tokek atas suruhan Tetua kampung, karena suasana desa yang masih asri dengan banyaknya pepohonan besar ,dengan mudahnya warga mendapatkan dua ekor Tokek , dan langsung memberikannya pada Tetua kampung
“Nah ini ada dua ekor sekarang kalian berdua harus memelihara tokek ini, “ kata tetua kampung kepada Si Misikin dan Si Kayaya
“ Kalian juga bebas bertengkar sesuka hati kalian ,dengan syarat tokek kalian hanya berbunyi sekali “ tetua kampung menjelaskan
“Owhhhhh” semua warga mengerti maksud dari Tetua kampung,jika tokek yang di pelihara Si Misikin dan Si kayaya hanya berbunyi sekali ,maka kedua nya boleh bertengkar,, padahal kan itu mustahil mana mungkin tokek hanya berbunyi satu kali,,
Semenjak itu tidak ada lagi pertengkaran antara Si Misikin dan Si kayaya, karena lama mereka menunggu suara tokek tidak juga berbunyi satu kali,,
Akhirnya mereka menyadari bahwa tidak baik mengumbar nafsu amarah, saling hina dan ejek, apa lagi untuk hal hal yang tidak berguna , semenjak kejadian ti Si Misikin dan Si Kayaya tidak labi bertengkar , bahkan mereka mulai menjadi teman baik karena sama sama mempunyai peliharaan seekor tokek ,semua warga menjadi senang ,karena kampung mereka sudah tenang
Tetua Kampung = Kepala Desa/Lurah
Si Kayaya = Orang yang banyak duit/ Orang Kaya
Si Misikin = Orang yang tidak punya
Tokek = Tokoh penetral
Warga = Peran Pendukung
Hikmahnya,,,,,Jangan terlalu mengumbar nafsu Amarah,,Cobalah bersabar,,Legowo
“ Hidup ini sangat menyenangkan, mau makan tinggal makan “ dengan suara yang lantang Si Kayaya Bermaksud menghina si Misikin
“Tidak harus susah susah menjadi kuli panggul di pasar “ lanjut sikayaya dengan nada menyindir
Mendengar perkataan Si Kayaya , Si misikin menjadi berang, timbul perasaan marah dalam hatinya,,
“Enakan juga jadi miskin, tidur bisa nyenyak ,ga pusing dengan harta yang takut dirampoklah , dimalinglah,, hahahaha “ teriak Si Misikin dengan lantangnya
Mereka berdua terus bertengkar memperebutkan hal hal yang sepele yang tidak berguna
Sudah sering para tetangga yang lain memperingatkan mereka untuk tidak saling ribut lagi,
Suatu ketika kesabaran warga yang lainnya sudah memuncak, mereka bermaksud mengusir Si Misikin dan Si Kayaya untuk meninggalkan kampung mereka, karena merasa terganggu dengan ulah Si Misikin dan Sikayaya,,dengan marah mereka membawa nya ke balai desa untuk di adili atau di belikan nasihat oleh tetua kampung
Tetua kampung yang memang sudah mengetahui duduk perkaranya merasa pusing dan mencari akal bagaimana caranya agar Si Misikin Dan Sikayaya tidak bertengkar lagi
Akhirnya Tetua Kampung mendapatkan ide agar Si Misikin dan Si Kayaya tidak berselisih terus,
“ Para warga sekalian , tolong carikan saya dua ekor Tokek yang besar dan suara nya nyaring “ Tetua kampung berkata
“ Untuk apa pak , kami mencari dua ekor Tokek “ kata seorang warga
“ Nanti kan saya beri tahu kalau tokek nya sudah dapat “ jelas tetua kampung
Warga pun kemudian mencari Tokek atas suruhan Tetua kampung, karena suasana desa yang masih asri dengan banyaknya pepohonan besar ,dengan mudahnya warga mendapatkan dua ekor Tokek , dan langsung memberikannya pada Tetua kampung
“Nah ini ada dua ekor sekarang kalian berdua harus memelihara tokek ini, “ kata tetua kampung kepada Si Misikin dan Si Kayaya
“ Kalian juga bebas bertengkar sesuka hati kalian ,dengan syarat tokek kalian hanya berbunyi sekali “ tetua kampung menjelaskan
“Owhhhhh” semua warga mengerti maksud dari Tetua kampung,jika tokek yang di pelihara Si Misikin dan Si kayaya hanya berbunyi sekali ,maka kedua nya boleh bertengkar,, padahal kan itu mustahil mana mungkin tokek hanya berbunyi satu kali,,
Semenjak itu tidak ada lagi pertengkaran antara Si Misikin dan Si kayaya, karena lama mereka menunggu suara tokek tidak juga berbunyi satu kali,,
Akhirnya mereka menyadari bahwa tidak baik mengumbar nafsu amarah, saling hina dan ejek, apa lagi untuk hal hal yang tidak berguna , semenjak kejadian ti Si Misikin dan Si Kayaya tidak labi bertengkar , bahkan mereka mulai menjadi teman baik karena sama sama mempunyai peliharaan seekor tokek ,semua warga menjadi senang ,karena kampung mereka sudah tenang
Tetua Kampung = Kepala Desa/Lurah
Si Kayaya = Orang yang banyak duit/ Orang Kaya
Si Misikin = Orang yang tidak punya
Tokek = Tokoh penetral
Warga = Peran Pendukung
Hikmahnya,,,,,Jangan terlalu mengumbar nafsu Amarah,,Cobalah bersabar,,Legowo
mampir gan ke blog ane
BalasHapushttp://globalonline1.blogspot.com