Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi puisi jalanan

Aku lemah

Gambar
Aku lemah ibu Banyak yang bilang begitu Apakah kamu Juga bilang begitu ibu Ibu aku lemah Coba berdiri Tapi tak bisa Coba berlari juga tak bisa Kulihat dia Bukan nya memperkuatku Kulihat dia Cuma memperlemahku Aku ingin bangkit ibu Aku ingin bisa berdiri Dengan kedua kaki Untuk bisa mengangkatmu ibu Ibu aku lemah Lemah tak berdaya Lemah tak bisa bergerak Lemah tak bisa berkata Lemah tak bisa bersama Ibu Doakan anakmu Jauhkan lemah

Ketika titik

Gambar
Ketika hanya ada hitam di tengan hamparan putih Semua mata tertuju pada titik hitam itu Tak melihat, tak merasa dan mengapa Titik hitam itu selalu jadi fokus yang tidak berkesudahan Titik hitam noda membuat mereka lupa Ketika titik itu tiada Ketika titik hitam lenyap oleh keadaan yang membuat semua lupa Masih ada hamparan putih diantara titik hitamJangan pandang dunia hanya dari setitik hitam Pandanglah dunia dari hamparan putih Yang memebuat hidup lebih leluasa bergerak

Mimpi Kelam

Gambar
Hari itu langit begitu gelap Awan begitu  mendung menutupi malam Ada apa gerangan seraya hatiku bertanya,,,? Dimana ini,,, Aku berada dimana Dan takala aku tersadar Aku sudah berada disuatu tempat Tempat apa ini,,,,, Seraya ku bertanya Namun tak ada satupun yang menjawab Apakah ini Surga,,,? Tapi kenapa gelap Apa ini neraka,,,,? Atau ini,,,? Oh Tuhan dimana aku Tolong aku,,, Aku tak ingin berada disini Seraya aku menangis, memohon pertolongan Hingga akhirnya aku tersadar Dan terbangun Dari Mimpiku Yang Kelam Ciptaan  : Ade Gendut

Tentangmu

Gambar
Aku ingin engkau tahu Ingin engkau selalu engkau yang temaniku Tahu tentang keadaanku Ingin aku tetap bersamamu Engkau yang selalu dihatiku Yang selalu nomer Satu Temaniku setiap waktu Tahukah kau betapa aku Tentang perasaan dalam hatiku Keadaanku saat jauh darimu Inginaku selalu dekat denganmu Aku sangat menyayangimu Tetap ada bersamamu Bersamamu aku bahagia Engkaulah yang paling berharga Ciptaan ; Ade Gendut

Uje Kisah

Gambar
Malam itu mungkin Sebagian mata terkantuk  terbang bersama mimpi tinggi Sebagian mata masih terbelalak Mengamati sudut sudut kota yang terasa sepi Tapi langit menggelegar Angin Dahsyat suara gemuruh Listrik langit yang membuat  hati ciut Owh alam menangis Bumi bersedih Berita Duka datang bersama hembusan angin Dia orang yang di cintai banyak orang Mengapa,,,? Mungkin ini takdirMu yang terbaik untuk dia Dia contoh untuk semua orang Dia teladan untuk semua orang Dia uje

Allah Please

Kaya juga Miskin Gemuk juga Kurus Ada Hitam ada Putih Ada siang juga malam Semua saling mengisi tanpa kulturasi Allah Please Mengapa mereka satu Lalu dua Kemudian tiga Allah Please forgive me dont forget me Mereka Satu Dua dan tiga mereka penuh gelak tawa,senyum serta bahagia Allah Please Apakah Hitam tidak bisa bersatu dengan putih kemudian menjadi abu abu Hamba bukan orang yang taat sujud Hamba hanya manusia penuh maksiat dan dosa Hamba malu tapi ya Allah Hamba malu pada manusia Forgive me Allah, forgive me Hamba ingin menjadi Satu, lalu Dua Kemudian tiga dan seterusnya Allah Please Forgive me, and dont forget me

Kesedihan abanku

Gambar
                                  Terlihat wajah sedih abanku Seraya hati ingin bertanya Ada apa gerangan abanku Selalu tersenym dengan manyun Oh Abanku Ada apa gerangan denganmu Sudikah kau bagi kisahmu denganku Oh abanku apa                                   Udahan idenya udah mentok                                   Ciptaan Ade Gendut

Secercah Cahaya

Malam terlalu gelap engkau datang Rembulan masih malu menyinari gelapmu malam Rindang pohon memperkuat gelap itu pandangan alam hanya hitam gelap tak bercahaya Malam masih gelap Belum waktunya Bulan bersinar Bulan belum mau bercahaya Mengusir gelap kelam malam Cahaya Cahaya Cahaya itu berasal dari sinar rembulan yang mulai nampak Sorot sorot cahaya tampak bersinar terang secercah cahaya datang malam mulai terang Pohon mulai riang riang Malam Cahaya Terang

Nah

Kan dikata apa Semua lelah Semua bersalah Nah Hidup lelah Penuh dengan aturan Mau Mau pergi saja Mau menghindar saja biar mereka tau Biar mereka paham Nah lo Nah lo Jangan jangan jangan nah berlari Hadapi Senyum nah

Kembali atau Pergi

aku di alam dalam kesendirian  kembali atau pergi mengembara  menanggung beban hidup menanggung teriakan masa yang mengharapkan kesunyian aku merasa asing hidup kembali atau pergi menyendiri kenapa tidak ada masa yang mau berbicara kenapa semua memandang sinis ke penjuru mata aku ingin hidup bersama kalian  tidak pergi kembali atau pergi pergi menyepi kembali owh masa tolong hargai hargai aku yang kembali

Jalan di depan rumah

Becek ora ada ojek Becek belok dan mecek mecek hujan turun lagi didepan rumah banjir lagi Becek ,jalan kotor banyak motor Pada ngelontor Didepan jalan becek becek Ora ada tukang ojek baju pada lecek becek becek mecek mecek didepan rumah ada motor Ditambah bebek jadi becek

Mata Malam

Ketika semua terpejam Satu masih terpelihara Diam mengawasi malam Mata itu Mata yang penuh harapan Mata yang basah Oleh sisa sisa dunia Mata yang berkomat kamit Memandang langit Serta tatapan hampa Yang penuh dengan asa Sambil duduk diam Sambil termangu Menunggu, kapan aku

Wanita

Terpukau aku melihat manusia Manusia dihadapanku Yang sudah mulai renta Renta dimakan usia Dia bukan perempuan Yang cuma bisa ya tuan Dia wanita Yang bisa berkarya Dia bukan perempuan Tetapi wanita Yang tak takut pada dunia Wanita yang tangannya Lembut membelai Wanita yang tuturnya Lemah gemulai Dia wanita Yang bicara pada dunia Dan pada mereka mereka Kau adalah harta berharga

Lampu dijalan mati

Aku berada dialam terbuka Memandang gelap kesegala Hitam, hitam hitam semua Ada apa Malam kelam Lampu padam Kelam, kelam cahaya hitam Ada apa ini Lampu dijalan mati Semua gelap tampak sepi Sepi sunyi lampu mati Kenapa lamqu dijalan mati Kenapa......? Lampu dijalan mengerti Tahu tentang isi hati Hatiku yang telah mati

Wanita dia perempuan

Wanita ,dia berdiri Disamping sejajar dengan bahuku Melihat kiri kanan wanita terdiam Hanya memandang kesepian yang dalam Wanita itu bukan perempuan Dia tak memandang keramaian Dimana dimana dia berada Wanita itu dingin memandang kosong kehidupan kelam Dia bukan perempuan yang harus menangis jika sepi Dan dunia berhenti Dia wanita tanpa senyum Seperti perempuan yang memperlihatkan gigi cantiknya Wanita dia bukan perempuan

Ayah

Kuambilkan kain Kupandang wajah ayahku Selalu tersenyum Ayahku berpesan Jagalah ibumu Ayahkan pergi Kealam baka Malaikat ijroil datang mencabut nyawa Nyawa ayahku yang tak bersuara ,( karya bapak guru )

Sepasang Mata

Dalam alam gelap Sepasang mata mengawasiku Mengajakku dan mengajakku Arah kelam tak dipancarkan Terang benderang disinarkan Sepasang mata Jangan lihat aku Bila hatiku gelap Sepasang mata Lihaj aku bila hatiku terang Sepasang mata Jadilah sahabatku dalam kebaikan

Detik Terakhir

Wajah yang periang Baru kemarin kulihat Tangan yang lembut Baru kemarin membelai Tapi kini sekarang Dia telah tiada Jiwa ditarik langit Raga ditelan bumi Detik terakhir Menghias senyuw bisu Detik terakhir Tersenyum penuh makna Bersahabatlah dengan dunia

Realita

Dalam sebuah jembatan Hidup kehidupan Manusia yang hilir mudik Mobil mobil yang bertebaran Seolah lupa dengan lingkungan Lihat hidup kehidupan Dibawah jembatan Ribuan tangan bukan meminta Tapi mengharap doa dan usaha Ingat ini realita

Detik-Detik

Kemarin aku belum parah Hari ini aku mulai parah Sore ini aku sangat parah Malam ini tinggal menunggu detik detik Bila esok tiba sampaikah detik detik itu Bila esok tiba Sanggupkah kumelihat dunia Oh Tuhan Sedetik berharga bagiku biarkan sedetik menemaniku Sampai hembusan terakhir