Budidaya Belut Sawah

Budidaya belut sawah tidak diperlukan persyaratan khusus
seperti budidaya ikan lainnya. Budidaya belut sawah dapat dilakukan pada
kolam kecil maupun besar. Bagian dasar dan dinding kolam sebaiknya
dibuat permanen.
Bak Budidaya Belut Sawah
Bak yang digunakan untuk budidaya belut
sawah berukuran panjang 3m, lebar 1 m, kedalaman 1,2 m dimana sedalam
0,7 m berada dalam tanah, tujuannya agar media bak selalu dalam keadaan
dingin.
Media Budidaya Belut Sawah
Media budidaya belut sawah disusun
dari bawah ke atas meliputi lumpur sawah, jerami, pupuk kandang
fermentasi, pelepah pisang, dedak halus, lumpur sawah. Susun media
tersebut tersusun hingga ketebalan 40 cm. Setelah tersusun media
digenangi dengan air dengan ketinggian 60 cm dari dasar kolam, selama
kurang lebih 1 bulan. Tujuannya agar proses pelapukan berjalan sempurna.
Sesekali dilakukan penggantian air agar media memperoleh oksigen
terlarut cukup. Disamping itu penggantian air juga bertujuan untuk
menghilangkan buih-buih hasil pelapukan. Untuk mengontrol apakah proses
pelapukan sudah sempurna atau belum dapat dilakukan dengan memasukkan
jentik-jentik nyamuk dalam media. Apabila jentik-jetik nyamuk tersebut
mati, berarti proses pelapukan belum sempurna.
Setelah bak beserta medianya budidaya belut sawah selesai dipersiapkan
dan dinyatakan proses pelapukan sudah sempurna, maka penebaran belut
dapat dilakukan.
Budidaya Belut Tahap I
Pada budidaya belut tahap I, benih yang
ditebar berukuran 5 – 8 cm dengan padat penebaran 150 ekor/m2. Setelah
dua bulan dipelihara benih belut sudah berukuran 15 cm. Belut siap
dikonsumsi sebagai belut kering (goreng tepung) atau dipelihara pada
pemeliharaan tahap II. Belut ukuran ini sangat sulit ditangkap karena
sudah bisa membenamkan diri dalam lumput. Cara penangkapannya dengan
memasang perangkap (bubu) yang dipasang berderet sebelum pengeringan.
Budidaya Belut Tahap II
Pada budidaya belut tahap II, benih yang
ditebar adalah hasil dari budidaya belut tahap I, yaitu belut ukuran 15
cm dengan padat penebaran 25 ekor/m2. Untuk membantu pertumbuhan, perlu
diberikan pakan tambahan berupa cacing tanah, bekicot, atau sisa-sisa
dapur. Setelah dua bulan, belut sudah berukuran 25 – 20 cm. Belut ukuran
ini siap untuk dikonsumsi, selain itu juga paling banyak dicari
konsumen.
Pakan Pada Budidaya Belut Sawah
Budidaya belut sawah dalam
jangka waktu kurang dari 4 bulan tidak memerlukan pakan tambahan karena
belut sudah cukup memperoleh makanan dari media yang dibuat. Tetapi
untuk menjunjang pertumbuhannya, pemberian pakan tambahan seperti di
atas bisa dilakukan. Pemberiannya jangan berlebihan. Sampai saat ini
belum ada penelitian mengenai jenis, kuantitas, serta kualitas pakan
belut sawah.
Panen Belut
Panen belut sawah dilakukan dengan mengambil lumpur
media budidaya belut. Dengan pengambilan lumpur, maka belut akan merasa
terancam, dan menyingkir ketempa lain yang lebih aman. Setelah lumpur
habis maka belut sawah tinggal diambil untuk dipindahkan ke wadah
penampungan.
mau coba gan,
BalasHapussip gan,kunjung blog sumber nya, thanx
Hapuswww.petunjukbudidaya.blogspot.com
perbanyak posting hobi lagi gan, biar tambah betah mampir di blog nya
BalasHapusKami hanya ingin memberi informasi.
BalasHapusKami bergerak dibidang budidaya belut di daerah lampung.
Jika anda berminat ingin MEMBELI BELUT ataupun anda ingin MEMASOK BELUT ke kami, kami siap menerimanya. Berapapun jumlahnya.
Kami juga sedang membuka
PELATIHAN BUDIDAYA BELUT
Tanggal 11-12 Januari 2014
Untuk info lebih lanjut Kunjungi atau hubungi alamat kami di :
CV. SUMBER REZEKI
Jl. Garuda No.36 RT/RW.29/07 Rejomulyo
Metro Selatan - Kota Metro
Lampung 34111
(Belakang Polsek Metro Selatan)
0858 4088 0024 atau 0878 9898 8145
Email : belutlampung@gmail.com
Website : www.belutlampung.com
Kami tunggu kedatangan dan telpon dari anda.
Terima Kasih